Jumat, 13 Januari 2012

Jogjakarta i'm love

"Tiap sudut menyapaku bersahabat, penuh selaksa makna. Ramai kaki lima menjajakan sajian khas berselera, orang-orang duduk bersila" -Kla Project, Yogyakarta

kutipan kata-kata diatas memang bukan buatan saya, tapi itu berasal dari kutipan lagu Kla Project yang berjudul Yogyakarta. benar apa kata lagu itu, kedatangan pertama saya ke sebuah kota yang indah, penuh keramahan dan sangat menunjukan kepribadian Indonesia yang di sebut Jogjakarta. tadinya saya hanya mengenal Jogjakarta dari cerita teman, kerabat dan hanya mengetahui dari peta tanpa belum pernah mengunjunginya sekalipun. kesan pertama yang saya dapat dari kota ini hanya satu, "Tiap sudut menyapaku bersahabat" !! berbeda dengan tempat tinggal saya di Jakarta yang suasana kota sangat membosankan dengan melihat mobil-gedung dimana-mana dan suasana kota yang menurut saya membunuh kepribadian bangsa Indonesia itu sendiri. Di Jogjakarta saya menemukan makna kejujuran yang sebenarnya, bahkan kejujuran dari orang yang berpenampilan dan hidupnya biasa saja. hal itu saya dapatkan dari Ibu Bariyem, salah satu korban letusan gunung merapi yang kemudian menjadi tukang "Bego" . "Bego" adalah artikel bawaan lahar dingin yang melalui kali gendol, salah satu aliran lahar dingin dari gunung merapi melalui tempat ini.Jogjakarta tidak bisa hanya di dengar melalui cerita saja, tetapi harus dirasakan sendiri. bersepeda dari satu tempat ke tempat lain, makan di warung angkringan, ngobrol bersama tukang becak, minum kopi joss di belakang stasiun tugu, minum susu di kalimilk dan menelusuri malioboro sambil melihat kecantikan wanita asli jogjakarta yang manis :) 

.. ah jogja.. rasanya pingin cepat kembali kesana .. semoga masih sama seperti pertama kali saya datang ... menyambut bersahabat ...


Jumat, 11 November 2011

Sastra - Puisi

Rumah-ku Yang Rapuh


Aku tinggal di sebuah rumah yang sangat besar
rumahku dibangun di atas pondasi dan pilar pilar
melalui perjuangan banyak orang dan perlu waktu yang lama agar menjadi kokoh
namun sayangnya rumahku sangatlah rapuh
bukan rapuh karena sering diterjang bencana alam

Terlalu banyak konflik serta permusuhan di dalamnya yang merusak
terlalu banyak yang egois, tidak ada lagi yang alturistik di antara kami
banyak rayap yang memakan isi rumah, tikus yang menggrogoti dari dalam
tempat mengadu pun seakan tak ada yang mendengar teriakan
menjadikan rumahku, di mana aku lahir rapuh

Kami hanya bersatu pada saat menonton bola saja
atau ketika rumah lain mengakui pakaian yang kita miliki adalah milik mereka
Kami bersatu padu melawan musuh dari luar
semangat kami terbakar membara, meledak-ledak
setelah itu, semua kembali seperti semula seperti tidak ada apa apa

Aku tidak mampu sendirian merenovasi rumah yang rapuh ini
terkadang aku tidak yakin apa bisa diperbaiki semua kerusakan ini
atau lebih baik dihancurkan hingga berkeping-keping
tapi aku dengan caraku sendiri memperbaiki rumah ini
walaupun tidak tampak sama sekali berhasil

Rumahku, Tanah airku
semakin terkikis seiring berputarnya waktu
semoga Tuhan mendengarkan doaku
agar rumahku bisa menjadi pelindung bagi penghuninya
ketika aku meninggalkan rumahku, aku meninggalkannya dengan senyuman


--
Rally Apriyanto Wangsa Atmadja

Kamis, 03 November 2011

NGELANTUR


bharat , gadis keturunan India yang yang cantik dan pandai menari masih duduk di kelas 10 sekolah katholik swasta memiliki kesamaan secara umum seperti banyak gadis d luar sana ,yaitu kisah percintaan. Tapi sayangnya kecantikan bharat tidak mempengaruhi kisah cintanya, jika diibaratkan sebuah pepatah maka yang paling cocok adalah “jangan menilai sebuah buku dari sampulnya tapi dari isi buku tersebut” . Apa yang kelihatan dari luar belum tentu memiliki isi yang sama, buah durian terlihat tajam dan mengeluarkan bau kurang enak jika dilihat dari luar , tetapi rasanya enak dan membuat kita jadi mau “nambah” , eeh kok jadi ngelantur ya ngomongnya .
Kecantikan gadis india ini tidak mempengaruhi kisah cintanya dan menjamin berjalan dengan indah juga sama seperti dia, apa yang dapat dilihat secara indrawi tidak sama dengan apa yang dilihat dengan batiniah, dengan kata lain apa yang ada diluar berbeda dengan yang ada di dalam. Penampilan seseorang ternyata bisa menipu si pemandangnya, contohnya orang bilang saya hitam, dekil dan keriting tetapi ternyata saya baik dan pintar *ups , ada juga teman saya putih dan rambutnya seperti artis korea yang ’booming’ ternyata selalu memanfaatkan temannya untuk keinginan pribadinya dan kurang  pandai. ahh jadi ngomongin orang deh , tapi bukan itu poin yang dimaksudkan melainkan apa yang kelihatan baik justru kadang menipu .
Kembali ke kisah cinta bharat, ternyata gadis keturunan India ini sudah menunggu si pujaan hatinya (yang pasti seorang laki-laki) untuk dinyatakan cinta dan memulai hubungan yang lebih serius lagi sepeti seorang dua duta besar dari dua negara berbeda yang menandatangani MoU (moment of understanding) biasa di sebut kesepakatan atau perjanjian, tapi bukan seperti seorang presiden atau wakil rakyat yang membuat MoU dari kampanye yang dilakukan mereka jika terpilih dalam pemilu dan kemudian tidak dapat memenuhi kesepakatan yang dibuat, malahan lama sekali waktu menepati kesepakatan itu akhirnya justru membuat rakyatnya putus asa menanti terpenuhinya kesepakatan atau janji tersebut, rasa putus asa yang dirasakan ini dapat memicu konflik sosial di tengah masyarakat Indonesia mirip seperti peristiwa yang beberapa waktu lalu terjadi di Inggris, konflik sosial memecah karena rasisme dan efek pluralis-multikulutrasime (etnis,budaya,suku,agama) yang mulai luntur di Inggris, konflik sosial ini juga terjadi akibat janji dari pemerintah yang gagal dipenuhi kepada rakyatnya, oleh karena itu jangan pernah berjanji jika tidak mampu menepatinya . hmm saya ngelantur lagi deh ...
Karena bharat sudah terlalu lama menunggu dan mulai putus asa seperti rakyat inggris dan Indonesia yang mencapai titik nadir tadi, ia menganggap bahwa laki-laki yang dinantinya itu hanya memberikan harapan palsu kepada dirinya yang membuat ia menunggu dan menunggu tanpa kepastian yang jelas , kalau begini kisahnya saya jadi ingat deh sama wakil rakyat kita yang berada di gedung hijau beratapkan “bokong”-maaf-  yang selalu setia umbar-umbar janji dan kasih harapan palsu kepada seluruh rakyatnya , dasar pemberi harapan palsu ! sabar ya bharat :)

Selasa, 18 Oktober 2011

pergaulan mempengaruhi masa depan ?

 hangout yang paling seru menurut gue itu adalah ketika kita hangout tapi masih ada manfaatnya , terus kayak apa dong ?  ya itu kan menurut gue , kalo menurut kalian sih belum tentu sama


nah kali ini gue hang out sama om Wimar Witoelar (@wimar -->twitternya si om tuh) . ada yang tau siapa Wimar Witoelar ?
WW itu mantan jubir keperesidenan era Aburrahman Wahid #GusDur , selain dulu jadi Jubir ternyata WW itu multi-talent bener deh , eh kok promosi ya ? tapi gpp , ini bukan soal promosi tapi bagaimana orang itu bisa kasi dampak positif ke kita .
ada sesuatu yang pengen gue share , ini bicara soal bagaimana pergaulan kita akan mempengaruhi masa depan kita nanti #BeratNihOmongan , make sense  ?
Ya iyalah ngaruh ke masa depan , dengan siapa kita bergaul itu pasti mempengaruhi kebiasaan kita ngelakuin apa , saat lo mulai bergaul dengan orang lain ada dua kemungkinan yang bisa terjadi buat kita , 1. kita kasih pengaruh ke temen kita itu (tapi yang positif ya) atau 2. kita dipengaruhin sama temen kita itu (kalo pengaruh positif  sih bagus.kalo negatif ?)
bukannya paling tahu atau sok tahu ya , gue kasih contoh satu , Dulu mantan presiden Soekarno masih muda ngekost di rumah H.O.S tjokroaminoto dan bergaul sama tokoh-tokoh pergerakan yang ada saat itu yang sering main ke rumah H.O.S tjokroaminoto , hasil pergaulannya  gimana ? nilai sendiri ya guys :D
 cuma pengen share aja , kalo pergaulan itu penting makanya pilih temen sebaik-baiknya . ada beberapa macam tipe teman . ada yang tipe durian , dari luar sangar dan keras tapi dalemnya enak . ada juga tipe temen salak pinggir jalan yang 10rb-an , dari luar keliatan enak banget tapi dari dalemnya busuk . so just be wise when choosing friends. ada yang bisa nambahin tipe temen yang lain ?
 balik ke ngopi-ngopi sama WW , waktu itu kita ngopi di Secr*t Rece*pe Citos , yah banyaklah yang bisa di dapet dari WW , mulai REDD + masalah percintaan + Korupsi , ah segala macem deh diomongin pas ngopi-ngopi .

Ada yang mau ikutan Ngopi-Ngopi berikutnya ??

Indonesia Optimis !

 Peluncuran Buku oleh Prof.Denny Indrayana 8 oktober 2011 , universitas Paramadina

Peluncuran buku yang berjudul "Indonesia Optimis" dan "Cerita dibalik Berita ; Jihad melawan Mafia hukum" oleh Prof.Denny Indrayana

acara yang berlangsung di aula Univ.Paramadina ini dihadiri oleh tamu dan undangan yang cukup banyak , diantaranya Mahasiswa,Dosen dan Pegawai negeri bahkan pejabat negara . Peluncuran buku kali ini juga menghadirkan diskusi dengan para pembicara yang berintegritas dan qualified dibidang korupsi dan hukum, anatra lain oleh Mafud MD(Ketua Mahkamah Konstitusi) Febri Diansyah(peneliti ICW) Bambang Widjojanto(advokat sekaligus CapimKPK) Wimar Witoelar(mantan Jubir era pres.GusDur) dan Teten Masduki(Ketua TI) dan dimoderatori  oleh Rosiana Silalahi.

Peluncuran Buku yang concern mengenai korupsi ini sangat menarik diikuti, selain pembahasan yang lebih komprehensif oleh narasumber pada kesempatan ini para tamu dan undangan juga diberikan kesempatan untuk bertanya , tapi sayangnya pada kesempatan ini banyak pertanyaan yang ngawur bahkan sifatnya menggurui atau lebih tepatnya sok tahu .

Pada kesempatan itu juga para tamu dan undangan mendapatkan buku gratis dari Prof.Denny disertai tanda tangan beliau .

ada hal yang menarik dapat dipikirkan dari diskusi tersebut yaitu ;

 Indonesia memang butuh sikap  optimis daripada pesimis, karena optimisme akan membawa harapan akan sesuatu yang lebih baik sedangkan pesismisme hanya akan membawa Indonesia kedalam keterpurukan .


MARI KITA OPTIMIS MENYAMBUT INDONESIA YANG LEBIH BAIK !

International relations



SBY and his foreign policy characteristic

It’s almost 8 years president SBY lead Indonesia and produce a lot of decision also policies,especially a foreign policy.Indonesia foreign policy at this 8 years is depend on leadership figrure.in this essay, i think its important  to know about president SBY characteristic in taking a decision to influence Indonesia foreign policy. what else ? there are two majors characteristic that our president has
The first president SBY characteristic in taking a foreign policy is tend to use soft power diplomacy.SBY view that soft power is charm and disarms,hard power in the other hand if it used incorrectly provokes resistance and sometimes resentment. SBY implement his view about soft power in almost every policies . for example , to settle a disputes with malaysia in 2007, SBY choose a soft power than use a hard power . in other words , SBY choose a negotiations and protest note to solve a dispute than declare a confrontation.
Soft power is not only an indicator of president SBY characteristic ,but  the major proof that  SBY is a foreign policy president , in the understanding that president SBY still consider Indonesia as the most important which view a domestic policy and foreign policy is interdependence side by side . president  SBY has an internationalism soul, it’s proof by his policy concept “thousand friends , zero enemies” . this concept is explain about an equality and corporation , president SBY believe’s that a corporation between nations in the world will giving a benefits and peace , particularly in democracy states. Moreover Indonesia is the one of big three democracy countries. An internasionalism character brings a good benefits to indonesia .  8 years ago, Indonesia expel from international society but now indonesia involved in regional ,multilateral and unilateral forum in the world,such as G-20 , N-11 etc. This is means that indonesia is a big country with big influences.
Although presiden SBY characteristic produce a good policies and benefits to indonesia , there are still critics about it. A soft power well known as a smart way of diplomacy , but indonesia should use it more wisely , it means use at the right times – right objectives – right situation . because every nation has an interest and objective himself. And so a “thousand friends and zero enemies “ policies concept , this policies concept is more suitable if every nations in the world order is democracy.in fact it is not . so this concept will produce such as counter attact to itself.
So, indonesia foreign policy has influence by president SBY characteristic . two majors policies concept which expand to use a soft power diplomacy and internasionalism foreign policy president . but in the fact indonesia should considerate using this concept and more wisely to implement it if wants to expands the influence in international society.